Signature

Kau menandai aku.

Aku tidak sedang bercerita tentang sebuah tanda tangan. Walau pada dasarnya sama saja menandai kepemilikan, sebuah keabsahan sesuatu. Keabsahan itu biasanya berupa surat sesuatu seperti kertas, pada kaos tim sepakbola favorite atau kalau cukup gila pada bagian depan album dan lipbalm, handcream serta parfum limited edition. Intinya mereka menandai sesuatu. Menandai sesuatu itu sebagai sesuatu yang sah disentuh, dipegang, dilihat, ditanda-tangani. Tapi bagaimana bila sesuatu itu berupa makhluk hidup.

Persetan dengan ingatan psikologis yang berlebihan. Dia yang membuatku merasa tertandai. Seperti kertas dicap stampel dan dipajang di papan pengumuman balai desa: semua orang bisa tahu. baru pertama kali aku memikirkan nasib sang kertas yang dipertontonkan di mata khalayak umum. Pak lurah mungkin senang-senang saja berhasil membubuhkan tanda keabsahan bonus cap stampel di kertas itu. Tidak ada yang berfikir soal si kertas yang malang yang sesungguhnya lebih suka ditulis dengan tinta bolpoint standard kurang dari dua ribu rupiah dan disimpan di dalam almari hingga menguning bersama teman-temannya.

Sama seperti aku.

Aku tidak suka Signature. Itu selalu membuatku selalu mengingatmu. Aku selalu merasa kamu kembali setiap kali ada Signature. Signature oh Signature padahal orang lain yang memakainya namun masih saja bagiku itu kamu. Pokoknya kamu dulu yang menggunakan Signature pertama kali! Sampai menempel di bajuku tidak bisa hilang berhari-hari lalu kamu ketawa meringis waktu aku protes soal ini.

Enak saja kamu ketawa-ketiwi sementara aku harus sakau di sini. Cuman gara-gara Signature. Sialnya aku.

Kukira itu kamu sampai aku salah nengok gara-gara seseorang juga pakai Signature.

Jadi hari ini kutanya kamu karena aku begitu muak. Begini kurang lebih: waktu kita pergi dulu kamu dulu menandai aku dengan apa?

“Oriflame Signature warnanya kayak bensin.”

Oh oke, besok beli sekardus buat obat kalau lagi kalap kangen kamu.

KKEUT.

untuk sang pemilik parfum:
Oriflame Signature – warna emas.
TBTJ Solo. 2012. Kali pertama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s