a Frozen Heart

Ini curhatan lagi. Saya sedang dalam mood tidak bisa menulis fic. Jadi abaikan sebelum anda menyesal membacanya.

Mood nulis ini berawal ketika saya me-re-read sebuah buku yang selalu sukses membuat saya galau dan merenung. Sonata Musim Kelima oleh Lan Fang. Ada sebuah cerpen di dalamnya yang berjudul Dermaga. Sebuah tempat berlabuh yang membuat gue berpikir kembali tentang perasaan saya akhir-akhir ini.

Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Banyak hal baru ataupun de javu yang saya rasakan. Banyak tawa, marah bahkan tangis. Saya sendiri bingung dari mana saya harus memulainya. Tapi yang jelas saat saya menulis ini saya merindukan seseorang dan memikirkan orang yang lainnya. Sulit dipahami? Tidak bagi saya.

Ada banyak hal yang membuat orang sulit untuk memilih atau terkesan enggan memilih sehingga ia terasa mempermainkan orang, waktu, bahkan perasaan. Saya contohnya. Bukan saya tidak ingin memilih tapi begitu banyak hal setiap kali saya ingin memilih harus dipertimbangkan. Terus terang saja saya bukan seorang pengambil keputusan yang baik. Jadi sering kali saya menyesali keputusan yang telah saya ambil (walau saya mati-matian berusaha untuk tidak menyesalinya, semua akan ada hikmahnya). Namun sering kali keadaan seperti ini membuat saya terasa main-main padahal sebenarnya saya super serius.

Oke ini bahasanya berat banget. I understand you guys. I feel the same to be honest.

Ada satu waktu ketika gue dikatakan PHP. Ada saat lain ketika gue merasa ter-php dan ada saat lain saat gue hanya menjadi tong sampah. Ada pula ketika saat gue marah atas perlakuan orang-orang.

Pertama adalah gue ingin mengklarifikasi bahwa ya gue gampang deket dengan makhluk bernama cowok. Oke, gue juga gak ngerti kenapa cuma sejak gue SD sampai gue lulus SMA dan kuliah, gue gampang deket sama cowok. Perlu digaris bawahi ya bahwa ini gak selalu pacar gebetan atau hts gue. Bisa juga ini temen curhat, temen numpang singgah, mantan sahabat, sahabat yah banyak lah pokoknya. Gue juga gak ngerti kenapa gue bisa deket dengan segitu banyak cowok, kenapa gue bisa nyambung dan biasa aja gitu. Oya gue habis list berapa banyak cowok yang deket sama gue, catet ya deket, deket oke, nah ini jumlahnya mungkin sekitar 30 an lebih. Oke. Sudah gue bilang deket dan belum tentu pacar. Jadi sudah barang tentu kalo image gue kurang lebih sih A. Gampang naksir orang; B. Playgirl; C. Tomboy; D. Genit dan Ganjen; E. Pasang susuk.
Dan jawaban di atas yang paling benar adalaaah….. nggak ada. Oke bye. Gue emang gampang naksir tapi cuman sebatas lust doang plis dan sisanya… yah kayaknya gak gitu juga kaleee. Gue emang suka nonton sepak bola sejak gue masih TK atau gue belum sekolah, gue lupa. Gue suka main badminton dan nonton sejak gue… mau masuk sekolah badminton tapi gak jadi (mungkin sekitar gue SD). Gue suka main game CS, PB, Dota, Ayodance yah semacamnya lah mungkin sekitar SMP gitu. Atau mungkin selera musik gue yang agak aneh juga membuat gue makin aneh. Gak ngerti juga. Pada intinya gue selalu punya topik buat diobrolin dari bola sampai bu kantin, dari pertandingan semalem sampe kepala sekolah, dari musik sampe komik, dari pelajaran sampe game. So…. mungkin karena itulah gue gampang deket sama para cowok itu.

Kedua, gue mau klarifikasi kalau sampai detik gue nulis novel ini, orang yang jadi mantan gue adalah ….. not to mention tapi tetep aja masih bisa dihitung pakai jari sebelah tangan aja. Ada mantan hts satu doang yang gue tulis galau mulu di sini (he’s not even my ex lho ya ampooon) Kayaknya itu aja sih. Jadi gue lumayan limited lah kalo beneran suka sama orang. Kayaknya gue beneran suka juga masih 2-3 kali-an gitu deh.

Ketiga, gue mau bilang kepada semuanya aja kalau gue bukan tempat sampah, bukan tempat singgah, bukan jalan pintas, bukan batu loncatan. I’m tired of being used guys, please please. So stop texting me, I know your motive. Okay you all are allowed befriend with me but please don’t try to move into next stage 😦 I treasure our friendship, guys. Really.  So let’s just be friend no more no less.

Keempat, maybe… I’ve found a settle recently. Gue gak mau berasumsi bahwa gue sudah berlabuh tapi… I’ve been thinking a lot about him recently. I’ve been waiting for his message entire day and else and else. Yang paling penting adalah dia membuat gue merasa bahwa gue masih layak buat dicintai secara benar, bukan sebagai pelampiasan (please don’t do this). Though being with him gotta be a looooong, tiring yet neverending struggle, it doesn’t matter as long as he’s showing his effort as much as I give, as long as we don’t give up on each other and as long our God blessing us.
Well… gue masih menunggu waktu memastikan perasaan gue sebelum akhirnya memutuskan untuk berlabuh atau tidak. Kalau dia kembali, terutama kalau itu untuk saya… I really don’t mind if he brings my heart with him when he has to leave again. (I just want you to know dear, don’t ever think to break my heart. You can’t break a broken  heart.)

Dan kelima, saya masih gak pengen nulis. Apalagi setelah kejadian Sooyoung punya pacar saya gak tahu lagi saya harus gimana. Terus terang aja saya sedih banget banget banget dan gak ngerti lagi, where to put my sadness. I ship Changmin and Sooyoung so hard till feels hurt when I heard the news. Bahkan saya sempet nangis ketika temen-temen dari WLS cerita tentang Changsoo. Yang saya sedihkan adalah kenapa sulit sekali bagi saya menerima kenyataan padahal itu kabar bahagia. Well, mungkin saya akan hiatus nulis fic lebih lama dari yang saya bayangkan (padahal ketika Changsoo moment yang strawberry kemaren saya sempet akan bikin ff buat Kak Lia dan Kak Soya but let me take a break from this for awhile.)

Sekian kabar dari saya.

Salam rindu,

Penulis Gaje Tukang Galau Suka Numpang Curcol.
Minchan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s