Goodbye Ex. You are just a past.

warning! Written in Indonesian, self post, not to be debated.

Halo ini sudah kesekian waktu sejak gue terakhir bikin post curcol. Banyak hal yang terjadi dalam hidup gue. Gagal SBMPTN contohnya, keterima di Sasing PTN dan gak dapet restu, sampai akhirnya gue memutuskan untuk melambaikan tangan pada Univ impianGadjah Mada (walau belum sepenuhnya saya ikhlas) *ngelap ingus* Sudah sekian hari sejak gue masuk di Universitas Swasta Islam di kota gue (untungnya fakultas farmasinya udah terakreditasi A :’) ) dan ikut ospek yang bikin capek. Tapi seriously, gak ada apa-apanya sama MOS SMA… ospek univ cuma capek badan doang karena banyak tugas padahal kelar ospeknya aja sore tapi ya sudahlah toh udah lewat dan di hari terakhirnya lumayan asik lah.

Sudah menginjak minggu ketiga juga sejak kuliah efektif di mulai. Hahaha, mulai deh laporan praktikum numpuk buat disentuh (DASAR JABLAY). Terus ketemu banyak temen yang baru. Walau gue masih mengalami sindrom kangen SMA; anak-anaknya, kantinnya, gurunya, musholanya, pak ilham, kolam dan air terjun buatannya, ikannya, TU nya. Banyak hal yang bikin gue kangen sama sma gue. MOSnya juga, adek kelas yang suka gue godain (Apa kabar Arif? HAHAHA), Anak-anak Oren (Iken yang suka gue sembunyiin dosgrip dan wadah minumnya, Amek si cicik jenong yang ke mana-mana selalu sama gue melalui hal positif dan negatif (?), Kusi yang selalu digodain para cowok-cowok sok ganteng *kangen banget dengerin keluhan pagi kusi atas sms para pria!*, Via si dora yang sok imut kasian banget ditinggal idolanya kuliah di US, Zanos yang tiap hari dagang jam mulu dan makan jajanan di kantin pake kecap), Kangen anak-anak Asetat (Cipan yang muka ulzzang, Lilin, Prisma, Kak Rama yang suka gue gombalin, Mita-Faizal pasangan yang bikin iri, Anisah si aby galaby, Acok si pantat semok! Fany sang Putri Smaga dan lain-lain), Oh dan juga anak Aksel 1 yang penuh skandal (Tante Saras, Cicik Pongi dengan updatean kpop dan drama, Mami Alin yang bawa gitar ke mana-mana dan manggil ‘Depik’ dengan suara yang jadi cempreng tiap kali ketemu gue, Aldo yang paling okesip buat diajak ngobrolin bola, Jeje-Isa pasangan suami istri penuh KDRT dan gak jelas siapa istri dan suaminya, dll dll dll), Anak kelas gue (Para Nero, Abi Ekshan dengan petuah bijak dan suaranya yang mendayu-dayu, Hanhan kepo, Empin yang suka pundaken dan lain-lainnya).

Huhu intinya saya kangen sekali dengan masa SMA walaupun suka stress dan bikin frustasi karena ulangan-tugas yang gak henti-henti tapi aksel sudah seperti keluarga gue dan Wamir itu rumah kita bersama.

Namun bagaimanapun juga saya harus menatap masa depan /bahasanya/ dan hari ini gue pengumuman screening BEM di Fakultas gue dan gue masuk divisi ISMAFARSI. Ini salah satu booster gue akhirnya nulis blog.

Marilah kita masuk ke inti gue nge-blog Hahahaha.

Jadi setelah melewati sekian waktu akhirnya gue akan melambaikan tangan pada manusia yang gue ceritakan di post curcol sebelum ini. Banyak hal yang akhirnya membuat gue memutuskan buat move on (tanpa terpaksa, I just enjoy my single time). Banyak hal yang membuat gue akhirnya realized bahwa apa pun yang gue lakukan buat bertahan gak akan membuatnya bertahan dan membalas  perasaan dengan berat yang sama. Bahwa betapa keras pun gue mencoba akhirnya juga gue yang akan kecewa lagi. It didn’t work.

Semenjak dia deact twitter, dan dia ngakunya kalau twitternya kena hack terus, gue percaya bahwa ini salah satu hal yang memudahkan jalan gue buat move on.  Jadi tanpa perlu basa-basi dan break up or semacamnya, akhirnya gue meninggalkan dia (atau kita sama-sama saling meninggalkan). Gue punya asumsi, mungkin dia berbaikan dengan gue dan melalui banyak cerita friend with benefits aka HTS aka entahlah apa namanya, dia hanya ingin memperbaiki kenangan buruk kami waktu SMP. Hahaha, silly. Tapi gue setuju aja sih, dia mungkin mau mengakhiri dengan cara yang baik. Apa pun alasannya, yang jelas ini sudah berakhir.  Dan gue gak mau terjebak dengan orang yang sama lagi untuk kesekian kalinya. Gue sudah capek pek pek.

Gue toh bukan cewek-cewek yang suka galau-galau karena gak punya pacar, galau gak ada yang perhatiin dan semacamnya. Gue seneng-seneng aja semalaman chat sama Qonita, judesin Myung, jalan bareng Oren atau nongkrong di kosan Tiwi bareng Salmah, Dita, Icak, Vindhy dll. Gue toh udah sibuk juga pulang malem, sampe rumah capek masih ngerjain tugas. Tapi gue seneng. Jadi kayaknya kalo gue punya pacar bakal susah juga buat ketemu, bales sms (akhir-akhir ini males banget pegang hp gak tau kenapa! -_-) tapi gak menutup kemungkinan gue terjebak cinlok di Univ baru gue toh manusia tempatnya salah dan dosa /tsah

Ada banyak anak kalimantan, anak luar kota, anak luar propinsi, anak luar pulau yang bikin pemandangan lebih lumayan daripada ketika di aksel dulu Hahahaha. Tapi ya terus kenapa gitulah. Gue bukan yang obsesi naksir kakak tingkat atau gimana-gimana, let it flow dulu aja. Toh gue juga gak gampang-gampang banget buat attract jadi gak lucu juga kalo gue gembar-gembor ini ganteng ini keren tapi setelah kenal gue nggak ngeh. Mubadzir /?

Hahaha gue juga sempet baca blog bang Alit tentang perlu enggaknya seseorang nembak. Gue termasuk salah satu orang yang setuju. Menurut gue gak penting juga sih nembak itu. Gue lebih seneng kalo dua-duanya sama-sama enjoy dan nyaman tanta perlu terikat komitmen aneh-aneh dulu. Emak gue suka menamakannya masa percobaan wk. Jadi intinya kalo kalian sama-sama suka dan emang nyaman berdua yaudah jalanin aja dulu tanpa perlu mikir soal status dll dll dll yang bikin ribet. Tapi ya kalo mau jadian sih ya monggo. Kalo gue sih jadian gak jadian toh perasaan gue juga sama aja, gak ngaruh kadarnya. Jadi ya bebas ajalah.

Yah pada intinya gue akhirnya udah move on sejak sekian lalu setelah gue lost contact (lagi) dan dia kayaknya jadian sama temen kakaknya yang naksir dia (teteplah casanova udah mendarah daging mau gimana lagi). Jadi ya sudahlah. Mari lambaikan tangan dan beri senyum manis pada masa lalu yang tidak akan menjadi masa depan kecuali dengan restu Yang Maha Kuasa. Mari kita menatap ke depan jangan cuma nengok ke spion terus. Berapa pun kalian mencoba buat move on, kalian gak akan berhasil tapi saat kalian udah sadar bahwa gak ada lagi yang bisa diharapkan dari manusia itu. Kalian gak perlu berusaha karena itu justru bikin kalian makin sering mikirin ‘aku lagi move on, aku mau move on, aku mau move on, dia udah nyakitin aku’ oh ayolah, itu gak akan bikin kalian moving on. Kalian akan stuck di situ terus. Ikhlaskan lah apa yang seharusnya diikhlaskan. Lapangkan hati, percayalah kalian akan dapat yang lebih baik! 🙂

Jadi setelah melalui masa-masa itu semua, gue berharap ke depannya gue akan menjadi pribadi yang lebih baik!

Cheers!!! XOXO.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s