Di Tepi Surga

Happy Birthday, Do Kyungsoo! Lol. Thanks to Kyungsoo who made me attracted to EXO. Wishing you ALL the best. Your career, your real life. Ugh, please come to Indonesia again. I love you. Dot.

Note: saya make sudut pandang orang pertama pelaku sampingan. Semacam ujicoba jadi tolong beri tahu bagaimana hasil eksekusinya. Apakah berhasil atau nggak.

Title: Di Tepi Surga
Cast: Do Kyungsoo, EXO member, Park Minchan, Jenny Kim
Length: 2000 words –

Summary: Kyungsoo baru saja mendengar beberapa seniornya membicarakan surga. Dia menjadi penasaran dengan surga.

***

di Tepi Surga

Surga itu seperti apa?

Kyungsoo terus-menerus menanyakan hal itu pada Jenny seharian ini. Kyungsoo itu pria brisik di kelas, sangat suka ceramah dan lebih suka nongkrong dengan para pria. Pokoknya Kyungsoo itu tidak terlalu dekat dengan para wanita di kelasku. Paling-paling kami berbicara saat kelas memasak karena dia sangat jago memasak. Tapi hari ini Kyungsoo terus menanyakan hal itu pada Jenny. Bahkan pada saat pelajaran Matematika Kim songsaengnim.

“Surga itu tempat yang sangat indah,” jawab Jenny datar.

“Lebih indah dari Pulau Jeju?” tanya Kyungsoo lagi. Konyol. Dasar Kyungsoo konyol. Pantas saja para pria suka mengejekmu.

“Lebih dari indah dari seluruh tempat yang ada di dunia ini,” jelas Jenny.

“Seperti apa?” desak Kyungsoo.

“Di surga ada pelangi yang sangat terang, ada pohon-pohon yang sangat hijau, udara yang sangat sejuk, burung-burung yang bernyanyi, sungai yang mengalir di bawahmu dengan ikan yang berenang-renang.”

“Jadi surga itu sangat indah?”

“Tentu saja!’

“Ohhh begitu. Aku hanya ingin tahu saja.”

Jenny manggut-manggut kemudian kembali menekuni buku tulisnya.

***

Di surga ada siapa saja?

Itu pertanyaan Kyungsoo untuk Jenny di hari yang lain. Kyungsoo masih menempel pada Jenny karena dia satu-satunya orang yang mau menjawab hal-hal tentang surga. Aku yakin bahwa Jenny hanya mengarang saja atau paling dia hanya menghayal surga itu seperti apa. Bagaimana Jenny bisa berubah begitu penurut.

“Minchan, boleh aku pinjam bolpenmu?” tanya Jenny. Membuyarkan lamunanku tentang dua orang yang sedang duduk di depanku.

“Tentu-tentu,” jawabku.

“Karena surga itu sangat indah, tidak semua orang bisa berada di sana. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke sana,” jawab Jenny.

“Siapa orang-orang itu?”

“Orang-orang yang baik hati. Orang-orang yang tidak akan merusak surga,” jelasnya pada Kyungsoo. Kyungsoo mendengarkan dengan seksama. Kalau sedang serius, mata Kyungsoo pasti akan membulat sempurna. Dasar belo. Pantas saja nama margamu Do, pantas saja para anak laki-laki lebih suka memanggilmu dengan D.O.

“Kuharap aku termasuk salah satunya,” ujar Kyungsoo pada diri sendiri.

Aku terkikik pelan. Dasar anak aneh.

***

Apa yang dilakukan orang-orang di surga?

Kyungsoo menanyakan pertanyaan aneh lainnya. Semakin lama semakin dia semakin aneh saja. Bisa-bisanya dia ikut bersamaku dan Jenny naik bus hanya untuk bercakap-cakap dengan Jenny tentang surga.

“Sudah kuduga aku bakal jadi obat nyamuk,” bisik Suho.

“Aku mulai sebal dengan mereka,” balasku.

Aku dengan Suhomendengarkan percakapan Jenny dan Kyungsoo.

“Di surga kau bisa mendengar lagu-lagu indah, kau bisa makan dan minum sepuasmu. Kau bisa memilih apa yang ingin kau makan. Kalau kau ingin jalan-jalan kau bisa saja lakukan itu. Kau bisa berkeliling surga. Surga itu sangat-sangat-sangat luas jadi kau akan selalu menemukan sudut-sudut indah yang lain. Kalau kau mau bermain dengan binatang kau bisa bermain dengan mereka. Kalau kau mau melihat bintang, di malam hari langit surga penuh dengan bintang,” jelas Jenny.

Kyungsoo hanya manggut-manggut. Sementara aku dan Suho saling berpandangan. Kami sama-sama tidak mengerti surga!

“Kalau begitu kita bisa bermain di sungai juga?” tanya Kyungsoo.

“Tentu saja. Kau mau main apa?”

“Aku mau duduk-duduk saja di batuan sungai sambil memancing. Kemudian ikannya nanti dimasak.”

“Aku jadi lapar,” ungkap Jenny.

“Kau mau makan? Aku yang traktir,” ajak Kyungsoo.

“Benarkah?” tanya Jenny berseri-seri.

“Bagaimana denganku?” selaku pada mereka berdua.

“Dan aku juga?” Suho menimpali.

“Kalian banyar sendiri!” putus Kyungsoo.

“Ahhhhhh~” keluhku bersamaan dengan Suho.

***

Berapa lama orang tinggal di surga?

Kyungsoo sedang berbincang-bincang dengan Jenny dalam perjalanan menuju ke kelas. Aku mendengus kesal karena setiap kali Kyungsoo ada, Jenny mulai mengabaikanku. Aku jadi curiga bahwa Jenny menyukai Kyungsoo.

“Hei, mau jalan denganku?” sapa Baekhyun.

“Tentu-tentu.”

“Apa yang sedang mereka bicarakan?” tanya Baekhyun penasaran.

“Surga. Seperti biasa. Mereka maniak surga.”

Walau aku bercakap-cakap dengan Baekhyun, aku masih bisa mendengar percakapan Kyungsoo dan Jenny. Aku heran bagaimana mereka tidak mendengar aku dan Baekhyun yang sedang terang-terangan membicarakan mereka.

“Emm, sepertinya selamanya,” jawab Jenny setelah berfikir beberapa saat.

“Bagaimana bisa begitu?”

“Kau tahu kan di surga itu sangat indah, sangat menyenangkan. Semuanya jadi lupa kalau mereka sudah tinggal di sana bertahun-tahun. Tentu saja mereka tidak ingin pindah.”

“Ah iya, benar.” Kyungsoo manggut-manggut. Tanpa kusadari aku juga ikut manggut-manggut. Baekhyun menyikutku. Tapi aku heran, bagaimana Jenny bisa mendapatkan jawaban seperti itu.

“Selamanya itu selama apa?” tanya Kyungsoo.

“Selamanya. Selama-lamanya. Tidak ada batasan.”

“Untuk yang ini aku tidak mengerti.” Kyungsoo mengacak rambutnya frustasi.

Aku juga tidak cukup pintar untuk memikirkan kata selamanya itu selama apa. Itu sama saja memikirkan tak terhingga dalam matematika.

“Kau mengerti selamanya?” tanyaku pada Baekhyun.

“Tidak.” Jawaban itu cukup melegakanku bahwa di sini hanya Jenny yang tahu apa arti selamanya.

***

Surga itu tempatnya di mana?

Jenny diam saja. Tidak biasanya Jenny diam saja ketika ditanya Kyungsoo. Setelah berminggu-minggu duduk di sebelah Kyungsoo hari ini Jenny pindah ke sebelahku. Dia diam tak bergeming. Aku mencoba untuk tidak merasa aneh.

“Hei!” panggil Kyungsoo sambil menyentuh tangan Jenny. Jenny menepisnya. Kyungsoo menatapnya tidak percaya. Aku juga begitu.

Selama ini mereka sudah sangat dekat. Saling memahami satu sama lain. Mereka mempunyai dunia yang sama. Namun tiba-tiba saja Jenny berubah sangat asing, tidak denganku tapi ya dengan Kyungsoo. Kyungsoo menekuk wajahnya. Dia berbalik ke arah papan tulis. Mengabaikan Jenny yang ada di belakangnya. Aku tahu raut kecewa Kyungsoo tapi aku tidak mau ikut campur dalam hubungan Jenny dan Kyungsoo.

Aku menatap Suho yang ada di seberang Jenny. Dia juga melihat kejadian itu. Lalu kami menatap saling bertanya, tapi tidak menemukan jawaban. Dehaman Jenny menyadarkanku. Aku berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

***

Jenny, bagaimana caranya ke surga?

Aku menemukan kertas putih di atas meja Jenny pagi itu. Jenny mendengus di sebelahku. Sudah beberapa hari Jenny tidak berbicara dengan Kyungsoo. Dia terus mengabaikan Kyungsoo, bersikap sadis pada pria itu, termasuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa di antara mereka.

Jenny menyentuh kertas putih itu lalu menaruhnya di meja Suho yang ada di sebelah meja Kyungsoo. Aku sempat melihat Kyungsoo menatap kecewa dari sudut belakang kelas -anak laki-laki sedang bergerombol di belakang kelas.

“Kau baik-baik saja?” tanyaku.

“Tentu saja, Minchan.”

“Kau sedang marahan dengan Kyungsoo?” tanyaku akhirnya. Tidak ada jawaban.

“Apa Kyungsoo menyakitimu?” tanyaku lagi.

“Tidak,” jawabnya. Terlalu lirih untuk didengar siapa pun selain aku.

Aku mengalah dengan perasaan kecewa.

“Aku hanya ingin sendirian,” ucapnya.

***

12 Januari.

Bagaimana kau bisa tahu tentang surga?

Aku bisa mendengar teriakan Kyungsoo dari dalam kelas. Demi Tuhan, aku tidak ingin mendengar suaranya! Apalagi melihatnya. Aku membenci Kyungsoo sampai ke ujung-ujung jariku.

“Loh? Kenapa kalian berkumpul seperti itu?” tanyanya.

Aku melemparkan tatapan benci padanya. Matanya membulat tanpa dosa. Tidak tahu diri.

“Di mana Jenny? Kenapa dia tidak ada?” tanyanya lagi. Kali ini ditujukan padaku.

Aku meremas kertas yang ada di depanku lalu melemparnya pada Kyungsoo.

Suho memelukku dari samping. Menahanku agar tidak menyerangnya. Aku mulai menangis.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya tanpa dosa. Setengah bingung.

Dia berbalik memungut kertas itu. Saat dia berdiri dan menatap papan tulis. Dia baru sadar apa yang terjadi.

“Apa ini maksudnya?” tanya Kyungsoo. Suaranya parau.

“Tidak usah sok suci! Pergilah!” teriakku. Aku meronta, menangis, Suho memegangiku. Baekhyun menarik Kyungsoo keluar kelas.

Aku tidak mendengar apa-apa lagi kecuali suara tangis yang diikuti suara teriakan Kyungsoo.

“ANDWAE.”

***

Kyungsoo bersandar pada loker memeluk kakinya. Kepalanya disembunyikan ke dalam pelukannya. Aku mendengar dia sesenggukan.

“Kyungsoo. Maafkan aku.”

Dia berhenti menangis.

“Aku tadi kasar padamu. Maafkan aku. Aku hanya tidak bisa menerima kepergiannya.”

Kyungsoo mendesah saat aku menyebut kepergiannya.

“Bagaimana dia bisa pergi? Bukankah dia harusnya sekolah?” tanya Kyungsoo dengan suara seraknya. Dia terlihat begitu menyedihkan.

“Dia ke sekolah tadi pagi. Dia menaruh kue di lokermu. Kau sudah menemukannya? Saat pulang dia terpeleset. Kepalanya terantuk pembatas jalan.”

“Kenapa dia harus mengantarkan kue untukku?” tanyanya.

“Aku tidak tahu.”

“Aku tidak ingin kue.”

Aku hanya diam sementara Kyungsoo terus merucau.

“Aku ingin dia!” teriaknya. Tapi dia menangis. Suaranya begitu mengerikan. Rasanya hatiku seperti tersayat. Aku tidak tahu bagaimana rasanya jadi Kyungsoo saat dia berulang tahun dia justru harus kehilangan.

“Jangan salahkan dirimu sendiri,” Suho menepuk bahu Kyungsoo.

“Benar. Itu semua kecelakaan. Dia tidak akan senang kalau kau bermuram durja seperti ini,” hibur Baekhyun.

“Kami akan memberi penghormatan terakhir. Kau mau ikut?” tanya Suho.

“Aku akan menyusul,” jawabnya lirih.

“Kyungsoo, kau tahu, kau orang terbaik yang pernah ditemui Jenny. Itu hal terakhir yang dikatakannya kemarin malam,” kataku.

“Benarkah?”

“Ya. Dia mencintaimu.”

Kyungsoo menatapku lama. Saat itu aku baru menyadari bahwa Kyungsoo juga mencintai Jenny. Aku salah mengartikan bahwa mereka hanya sekedar saling memahami.

Aku menepuk bahu Kyungsoo sebelum meninggalkannya.

***

Epilog

Kyungsoo menemukan kue putih di lokernya dengan surat di bawahnya

Kepada: Do Kyungsoo

Maaf hari ini aku tidak bisa masuk sekolah karena aku harus pergi. Jadi kutitipkan saja jawabannya.
Aku hanya ingin memberi tahu dua jawaban pertanyaan terakhir itu.

Surga itu tempatnya di mana?

Begitu kan pertanyaanmu? Aku masih ingat. Saat itu aku sedang kalut. Maafkan aku.

Selama ini aku menganggap surga itu berada di tempat yang sangat jauh. Pastilah sangat jauh karena surga itu sangat luas dan indah. Aku tidak pernah tahu di mana letak pastinya karena itu aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Tapi aku telah menemukan surga yang lebih dekat. Aku hanya perlu menatapmu untuk mendapatkan surga itu. Aku melihat surga setiap kali menatapmu atau pun berbicara denganmu. Aku melihat surga dalam dirimu.

Jenny, bagaimana caranya ke surga?

Aku ingat jelas bagaimana tulisanmu di kertas putih pagi itu. Kyungsoo maafkan aku kala itu aku tidak bisa menjawabnya untukmu. Aku terlalu syok melihat ada namaku dalam tulisanmu. Kyungsoo, kau menulis namaku! Aku hampir berteriak pagi itu. Aku tahu aku berlebihan tapi membayangkannya membuatku merasa terbang.

Kyungsoo, selama ini aku punya pemahaman bahwa satu-satunya cara pergi ke surga adalah mati. Tentu agar kita menjadi kekal dan mendapatkan segala hal yang menyenangkan kita harus merelakan sesuatu terlebih dahulu. Jadi cara itu adalah cara yang paling masuk akal bukan?

Tapi Kyungsoo, kau tahu aku menemukan cara lain. Aku menemukan cara pergi ke surga. Aku hanya perlu berbicara padamu dan melihatmu tersenyum. Lalu aku mendapatkan surga itu. Kau tahu, itu jauh lebih mudah dibanding mati.

Bagaimana kau bisa tahu tentang surga?

Kyungsoo, maafkan aku. Aku benar-benar ingin menemuimu. Aku menelefon Minchan semalam dan dia bilang aku harus mengatakannya padamu. Kyungsoo, aku takut kalau kau menolakku. Aku terlalu kekanak-kanakan. Aku menjauhimu karena aku menyukaimu. Aku menjauhimu karena aku takut mengakui bahwa kau adalah surga. Karena aku begitu munafik, Kyungsoo.

Kau tahu, selama ini aku hanya membayangkan saja. Surga itu seperti apa. Maaf lagi, aku tidak bermaksud membohongimu. Tapi kau orang pertama yang membiarkanku berfantasi secara bebas, kau yang percaya bahwa fantasiku masih dikategorikan normal. Kau tahu, akhir-akhir ini fantasi berubah, semuanya tentang kau. Aku kehilangan fantasiku tentang surga yang lain.

Kyungsoo, aku tahu surga karena aku tahu. Aku hanya tahu. Aku hanya yakin bahwa itu adalah surga. Tapi saat surga yang lain -kau- datang padaku, aku tidak paham dengan yang lain-lain kecuali kenyataan bahwa aku telah menemukan surgaku, KAU.

Kyungsoo, boleh aku memanggilmu dengan Cinta? Aku menyukaimu, aku sangat menyukaimu hingga aku mencintaimu. Jadi bolehkah aku membawa perasaan ini sampai akhir nanti? Bolehkah aku menyimpanmu sebagai surga terbaik yang kumiliki? Kumohon…

Kyungsoo, satu lagi. Selamat ulang tahun. Jangan bersedih. Entah betapa sulitnya kau tersenyum, kau harus tetap berusaha untuk tersenyum. Tolong jangan hancurkan surgaku. Kau harus bahagia. Aku akan melakukan apa pun untuk membuatmu bahagia. Aku mencintaimu.

J.K

Kyungsoo tersenyum usai membaca surat itu. Dia mengelap matanya yang sembab.

“Aku juga mencintaimu,” ucap Kyungsoo pada diri sendiri.

Kyungsoo membawa roti itu pulang. Mengubur Jenny bersama cerita tentang surga. Dia tidak akan menangis lagi seumur hidupnya karena yang Kyungsoo yakini sekarang adalah dia harus bahagia.

Samar samar dia mendengar suara Jenny.

생일 축하합니다. 당신의 생일을 – Saengil chukhahamnida. Dangsinui saengireul

KKEUT.

Advertisements

4 thoughts on “Di Tepi Surga

  1. anyeong devy.. aku jalan-jalan ke sini ..
    aku mau komen. /iyalah/
    serius deh..ini sediih.. sesak banget.. tapi sosweet dalam waktu yang bersamaan. jadi aku bingung harus sedih , terharu atau gimana .-.
    yeah, aku mewek baca ini..
    you make Kyung really precious here :’)
    thanks..

    • halo makasih udah jalan jalan semoga gak bikin capek /?
      ini bikinnya sambil ngelindur. aku demen angst jadi tetep deh angst harus nyempil n___n
      makasih yaaaa lapyu deh *sebulcinta*

  2. di rekomendasiin seseorang untuk baca ini, dan saya sangat terharu, aku juga bkin ff special birthdaynya kyungsoo, tp happy ending *eh ngegantung deng* tp ini kenapa setragis ini T_T tp daebak bgt penjabarannya, joha :p two thumbs for you then 😀

    • halo makasih ya udah baca dan komen ^^
      bilang makasih juga buat temen kamu yang udah rekomendasiin <333
      iya nih aku angst lovers jadi kayaknya susah juga mau ngilangin angst dari cerita aku /?
      aaaa makasih ya semoga selanjutnya bakal lebih baik n_____n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s